
Advokat Mira Widhi – Apa itu putusan verstek dalam perceraian? Ini penjelasan lengkapnya penting untuk dipahami, terutama bagi Anda yang menghadapi proses perceraian dengan pasangan yang tidak kooperatif. Dalam praktik hukum di Indonesia, putusan verstek terjadi ketika salah satu pihak tidak hadir dalam persidangan meskipun telah dipanggil secara sah dan patut oleh pengadilan, sehingga proses tetap dilanjutkan tanpa kehadirannya.
Apa Itu Putusan Verstek dalam Perceraian? Ini Penjelasan Lengkapnya
Putusan verstek adalah putusan yang dijatuhkan oleh hakim tanpa kehadiran tergugat karena tidak hadir dalam persidangan setelah dipanggil secara resmi. Dalam perkara perceraian, hal ini berarti sidang tetap berjalan dan dapat diputus meskipun salah satu pihak tidak hadir.
Dasar hukum putusan verstek di Indonesia antara lain:
- Pasal 125 ayat (1) HIR (Herzien Inlandsch Reglement)
Menyatakan bahwa jika tergugat tidak hadir meskipun telah dipanggil secara sah, maka gugatan dapat diputus tanpa kehadirannya. - Pasal 149 RBg (Reglement Buitengewesten)
Mengatur ketentuan serupa untuk wilayah di luar Jawa dan Madura. - Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Menegaskan bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah upaya perdamaian tidak berhasil.
Untuk melihat praktik dan informasi resmi terkait peradilan di Indonesia, Anda dapat merujuk pada situs Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Syarat Terjadinya Putusan Verstek
Agar putusan verstek sah secara hukum, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:
- Pemanggilan Secara Sah dan Patut
Dilakukan oleh jurusita ke alamat yang benar. - Ketidakhadiran Tanpa Alasan Sah
Tergugat tidak hadir tanpa alasan yang dapat dibenarkan. - Pemanggilan Dilakukan Lebih dari Satu Kali
Biasanya 2–3 kali pemanggilan resmi. - Pembuktian Tetap Dilakukan
Hakim tetap menilai bukti sebelum memutus perkara.
Hak Tergugat dalam Putusan Verstek
Meskipun tidak hadir, tergugat tetap memiliki hak hukum, yaitu:
- Mengajukan perlawanan (verzet) terhadap putusan verstek
- Mengajukan dalam jangka waktu tertentu setelah putusan diberitahukan
Jika tidak digunakan, maka putusan akan berkekuatan hukum tetap.
Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Salah Satu Pihak Tidak Hadir di Sidang Cerai? Ini Risiko Hukumnya
Kelebihan dan Risiko Putusan Verstek
Kelebihan:
- Proses perceraian lebih cepat
- Tidak bergantung pada kehadiran pasangan
Risiko:
- Adanya kemungkinan perlawanan (verzet)
- Harus didukung bukti yang kuat
Apa itu putusan verstek dalam perceraian? Ini penjelasan lengkapnya menunjukkan bahwa putusan verstek merupakan solusi hukum ketika salah satu pihak tidak hadir di persidangan. Dengan dasar hukum yang jelas seperti Pasal 125 HIR dan Pasal 149 RBg, perceraian tetap dapat diputus secara sah selama prosedur pemanggilan dilakukan dengan benar dan bukti yang diajukan memadai.
Menghadapi perceraian dengan pasangan yang tidak kooperatif tentu membutuhkan strategi hukum yang tepat agar proses berjalan lancar dan tidak merugikan Anda.
Segera konsultasikan permasalahan Anda melalui WhatsApp dengan advokat Mira Widhi untuk mendapatkan solusi hukum yang cepat, tepat, dan terpercaya sesuai kebutuhan Anda.
Advokat Mira Widhi

No responses yet